Pakaian Adat Dayak Budaya Indonesia

Pakaian Adat Dayak, biasanya orang makin mengenalnya dengan pakaian suku yang ada di Kalimantan. Indonesia memiliki berbagai suku dan budaya, sedang suku dayak salah satunya yang ada di Kalimantan. Sebenarnya tidak cuma suku dayak saja yang ada di Kalimantan, tapi ada suku Paser, Banjar, Tidung. Melayu dan Berau.

Tetapi yang makin jadi konsentrasi perhatian adalah suku dayak. Kenapa demikian? Karena suku dayak memiliki kekhasan spesifik yang tidak dapat dibagi dengan pulau borneo atau Kalimantan. Kata Dayak tiba dari kata kenyah yang berarti hulu sungai atau disebut pedalaman. Jadi anda jangan risau jika suku dayak tinggal di sekitar sungai pedalaman kalimantan.

Yang menamai dayak adalah suku pulau borneo sendiri. Ternyata tidak cuma itu saja, dayak tetap terdiri jadi beberapa sub. Nah, suku yang terbesar dari suku Dayak ada di pedalaman Kalimantan. Setiap suku memiliki baju adat dayak masing-masing termasuk ada juga Baju Adat Dayak Modern. Untuk lebih jelasnya silahkan baca paragraf kemudian.

Ternyata suku dayak yang terbesar berada di Kalimantan Barat. Dalam tempat itu ternyata 80% penduduknya adalah suku Dayak. Berikut ini type Pakian Adat Dayak Kalimantan Barat yang perlu anda ketahui.

Pakaian suku dayak istimewa wanita Budaya Indonesia disebut King Bibinge. Pakain itu dibikin berbahan kulit tanaman kapuo atau ampuro. Tanamna itu di pilih untuk pakaian karena memiliki serat yang tinggi. Tanaman itu diambil kulitnya setelah itu diolah jadi baju adat yang bagus dan menarik. Tentang seperangkat pakaian wanita ada kain bawahan, stagen, penutup dada. Pada penutup dada sudah dilengkapi dengan pernak pernih serta perhiasan.

Seperti halya manik-manik, kalung, bulu buurng enggang dan gelang.Pakain yang namanya King Baba ini panggilan untuk Pakaian Adat Dayak Laki-Laki. Terkecuali king Baba ada banyak panggilan lain di pulai Kalimantan yang lain. Untuk penyebutan baju adat King Baba ini diprioritaskan untuk suku dayak pria di Kalimantan Barat. Pakaian ini dibikin dari tanaman yang diolah setelah itu dikasih lukisan keunikan etnik Dayak. Lukisannya menggunakan pewarna alami, dan terlihat cerah.

Baju ini tiba dari upah nyamu yang di pipihkan yang digunakan untuk buat pakaian serta ewah atau cawat. Bajunya dibuat seperti rompi, terkadang ada juga seperti baju tanpa lengan. Baju ini disebut dengan baju Basulau, karena memag bajunya di lapisi oleh Sulau atau seperti kerang. Baju Sangkarut ini adalah baju perang suku Dayak Ngaju. Baju ini dipakai oleh ksatria Dayak Ngaju yang berperang melawan Negeri Sawang. Selain itu Baju ini di pakai untuk acara pernikahan. Baju Sangkarut ini dibikin dari serat nenas dan type kerang-kerangan.

Baju ini biasanya digunakan oleh seorang BASIR atau ulama agama kaharingan. Baju ini dipakainya waktu berikan doa untuk perlindungan roh jahat, hujan dan mengobati orang yang sedang sakit. Baju ini dibikin dari serat kayu tumbuhan yang dilihat memiliki kekuatan magic. Pakaian ini dihiasi manik-manik serta umbaian-umbaian benang.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *